
Jakarta – Nasi goreng dikenal sebagai salah satu hidangan khas Indonesia yang populer hingga ke berbagai negara. Cita rasanya yang gurih dengan sentuhan manis dari kecap membuat sajian ini memiliki karakter tersendiri. Namun, Indonesia bukan satu-satunya negara yang memiliki olahan nasi tumis. Beragam negara juga mempunyai versi khas dengan cita rasa dan bahan yang berbeda.
Awalnya, tradisi mengolah nasi goreng dipercaya berasal dari kebiasaan masyarakat China memanfaatkan nasi sisa agar tidak terbuang. Seiring penyebaran budaya kuliner ke berbagai wilayah, hidangan tersebut mengalami banyak penyesuaian sesuai bahan dan selera lokal hingga melahirkan beragam variasi yang kini menjadi makanan populer.
Mengutip Tasting Table (13/07/2026), berikut beberapa hidangan nasi goreng dari berbagai negara yang memiliki ciri khas masing-masing.
1. Omurice, Jepang

Di Jepang, nasi goreng berkembang menjadi omurice, yaitu perpaduan nasi tumis dan telur dadar lembut. Nama omurice berasal dari gabungan kata omelet dan rice. Hidangan yang diperkirakan muncul pada awal abad ke-20 ini umumnya menggunakan nasi goreng ayam yang kemudian dibungkus atau ditutup telur setengah matang.
Sebagai pelengkap, omurice biasanya disiram saus tomat yang memberikan perpaduan rasa manis dan asam. Kini variasinya semakin beragam dengan tambahan daging sapi maupun babi, bahkan menginspirasi hidangan serupa di beberapa negara Asia.
2. Sinangag, Filipina

Filipina memiliki sinangag, nasi goreng bawang putih yang identik sebagai menu sarapan. Dalam bahasa Tagalog, nama sinangag memang merujuk pada nasi goreng berbumbu bawang putih.
Proses pembuatannya cukup sederhana, yakni menumis nasi bersama bawang putih, garam, dan merica. Meski sederhana, aroma bawang putih yang kuat membuat rasanya tetap menggugah selera. Sinangag umumnya disantap bersama telur goreng, longanisa, tocino, ikan bandeng, ataupun ayam adobo.
3. Kimchi Bokkeumbap, Korea Selatan

Salah satu olahan nasi paling populer di Korea Selatan adalah kimchi bokkeumbap atau nasi goreng kimchi. Hidangan ini menggunakan kimchi yang telah difermentasi sebagai bahan utama sehingga menghasilkan rasa asam, pedas, dan gurih yang khas.
Selain nasi dan kimchi, bahan pelengkapnya meliputi bawang putih, daun bawang, lobak, cabai hijau, minyak wijen, hingga telur goreng. Beberapa versi juga menambahkan ayam atau daging babi. Menu ini kerap menjadi pilihan untuk memanfaatkan kimchi yang sudah matang dan siap diolah.
4. Arroz Chaufa, Peru

Pengaruh budaya China di Peru melahirkan arroz chaufa, salah satu hidangan khas dalam tradisi kuliner Chifa. Menu ini berkembang setelah kedatangan imigran China pada abad ke-19 yang memadukan teknik memasak Tionghoa dengan bahan-bahan lokal.
Arroz chaufa dimasak menggunakan api besar bersama telur orak-arik, bawang putih, daun bawang, paprika, jahe, kecap asin, minyak wijen, dan jintan. Isian yang digunakan cukup beragam, mulai dari ayam, daging babi, hingga aneka makanan laut.
5. Khao Pad Sapparod, Thailand

Thailand juga memiliki kreasi nasi goreng unik bernama khao pad sapparod atau pineapple fried rice. Hidangan ini memadukan nasi tumis dengan potongan nanas yang memberikan rasa manis dan aroma segar.
Selain nanas, nasi dimasak bersama udang, bawang putih, jahe, bubuk kari, kecap asin, minyak wijen, ketumbar, serta kaldu sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang kaya. Di banyak restoran Thailand, khao pad sapparod disajikan di dalam kulit nanas yang telah dibelah sehingga tampil lebih menarik.
Kelima hidangan tersebut menunjukkan bahwa nasi goreng telah berkembang menjadi sajian internasional dengan karakter yang berbeda-beda. Meski memiliki akar yang serupa, setiap negara menghadirkan sentuhan khas melalui penggunaan bumbu, bahan, serta cara penyajian yang mencerminkan budaya kuliner masing-masing.
