
SEBANYAK 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat (AS) selama sepekan terakhir. Dampak dari cuaca ekstrem ini juga membuat sekitar 40 juta warga di sepanjang wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya berada di bawah status peringatan bahaya panas.
Dilansir dari NBC News, Senin (6/7), otoritas kesehatan setempat merinci angka kematian tertinggi terjadi di New Jersey dengan 22 kasus jiwa. Sementara itu, negara bagian Mississippi mencatatkan dua korban jiwa, dan Illinois melaporkan satu korban meninggal dunia.
Di New York, ket ket ketatan suhu udara yang menyengat mulai memicu krisis kesehatan publik. Departemen Kesehatan kota setempat melaporkan lebih dari 378 orang terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat mengeluhkan komplikasi penyakit yang berkaitan langsung dengan paparan gelombang panas (heat stroke).
Badan Cuaca Nasional (NWS) AS menyatakan bahwa peringatan bahaya panas ini masih terus berlanjut di sepanjang pantai timur. Nilai indeks panas, kombinasi antara tingkat kelembapan udara dan suhu riil, diperkirakan menembus angka 37,7 derajat Celsius hingga 40,5 derajat Celsius. Wilayah terdampak meliputi Philadelphia, Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Charleston di Carolina Selatan, hingga Jacksonville di Florida.
https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=1&gdpr_consent=CQmdrkAQmdrkAEsACBENClFoAP_gAEPgACawMGoB_C7EbCFCiDJ3IKMEMAhHABBAYsAwAAYAAgAADBIQIAQCgkEYBASAFCACCAAAKASBAAAgCAAAAUAAIAAFAABAAAwAIBAIIAAAgAAAAEAAAAAACIAAEQCAAAAEAEAAkAgAAAIAWEAAAAAAAACBAAAAAAAAAAAAAAAABAEAAQAAQAAAAAAAiAAAAAAAABAIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAgAAAAAAAAAABAAAAAAAQgAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAAAAAAIMGoB_C7EbCFCiDBXIKMEMAhXABAAYsAwAAYAAgAADBIQIAQCkkESBACAECAACAAAIAQBAAAoAAgAAEAAAAAVAABAAAwAIBAIAEAAgAAAQEAAAAAACIAAEQCAAAAEAEAAgAgAAAIAWEAAAAAAAACBAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAACAAwAAAAAAAiAAAAAAAABAIEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAgAAEAAAAAAAAAAAAAAAEAAAAAAIAA.IMGoB_C7EbCFCiDJ3IKMEMAhXABBAYsAwAAYAAgAADBIQIAQCkkEaBASAFCACCAAAKASBAAAoCAgAAUAAIAAVAABAAAwAIBAIIEAAgAAAQEAAAAAACIAAEQCAAAAEAEAAkAgAAAIAWEAAAAAAAACBAAAAAAAAAAAAAAAABAEAASAAwAAAAAAAiAAAAAAAABAIEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAgAAAAAAAAAABAAAAAAAQgAAEAAAAAAAAAAAAAAAEAAAAAAIA.f_wAAAAAAAA&addtl_consent=2~61.89.122.161.184.196.230.314.340.442.445.494.550.576.827.1025.1029.1033.1046.1047.1051.1097.1126.1166.1301.1342.1415.1516.1725.1942.1958.1987.2068.2072.2074.2107.2213.2219.2223.2224.2328.2331.2416.2501.2567.2568.2575.2657.2778.2869.2878.2908.2920.2963.3005.3023.3126.3235.3253.3309.3731.6931.8931.13731.15731.33931~dv.&client=ca-pub-8225732166813219&output=html&h=280&num_ads=1&adk=3398382591&adf=3538297185&abgtt=6&w=647&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1783326324&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=1388167946&ad_type=text_image&format=647×280&url=https%3A%2F%2Fmediaindonesia.com%2Finternasional%2F907934%2Fgelombang-panas-as-tewaskan-25-orang&fwr=0&pra=3&rh=162&rw=646&rpe=1&resp_fmts=3&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTUuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTQ5LjAuNzgyNy4yMDEiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjE0OS4wLjc4MjcuMjAxIl0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjE0OS4wLjc4MjcuMjAxIl0sWyJOb3QpQTtCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1783326326009&bpp=4&bdt=1356&idt=-M&shv=r20260701&mjsv=m202606290101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D83b3f0f153d70dca%3AT%3D1782596990%3ART%3D1783326325%3AS%3DALNI_MbpGjgqoBF4hsnS7BftgDIOefiLtA&gpic=UID%3D0000148ba5bf58d8%3AT%3D1782596990%3ART%3D1783326325%3AS%3DALNI_MaDhCE_rvpv6Jw6JZTC8Sh38G7L0Q&eo_id_str=ID%3D976f5855fe30198d%3AT%3D1782596990%3ART%3D1783326325%3AS%3DAA-AfjayBkYwgz89eIF65POtGHL7&prev_fmts=0x0%2C0x0%2C647x280&nras=3&correlator=3994542830837&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=1&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1032&u_aw=1920&u_cd=32&u_sd=1&dmc=16&adx=112&ady=2107&biw=1248&bih=767&scr_x=0&scr_y=0&eid=95395661%2C95390278%2C31084488%2C95393484&oid=2&pvsid=2270262487687855&tmod=1074497249&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fmediaindonesia.com%2Findeks&fc=1408&brdim=278%2C156%2C278%2C156%2C1920%2C0%2C1279%2C862%2C1263%2C767&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1.01&ifi=10&uci=a!a&btvi=2&fsb=1&dtd=28
Ancaman Badai dan Banjir Bandang
Di tengah serangan suhu menyengat, NWS juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk berupa badai petir hebat. Fenomena ini berpotensi memicu angin kencang, hujan es, serta banjir bandang lokal yang dapat merusak infrastruktur di sejumlah wilayah pantai timur hingga Senin waktu setempat.
Peringatan banjir kini berlaku bagi sedikitnya 34 juta penduduk yang tersebar dari Delaware hingga Connecticut, termasuk kota New York. Para peramal cuaca memproyeksikan curah hujan curah tinggi dapat mencapai 3 inci atau sekitar 7,6 sentimeter. Selain ancaman banjir, hantaman badai hebat ini telah memicu pemadaman listrik massal yang berdampak pada ratusan ribu pelanggan di beberapa negara bagian wilayah timur.
NWS memproyeksikan suhu udara di sebagian besar wilayah pantai timur akan berangsur menurun mulai pekan ini. Suhu tertinggi di siang hari diperkirakan bakal merosot dan bertahan di kisaran berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius.
Kendati demikian, situasi kontras diperkirakan terjadi di belahan wilayah AS lainnya. Kondisi panas ekstrem diprediksi masih akan berlanjut hingga pertengahan pekan. Otoritas meteorologi telah merilis peringatan panas ekstrem untuk sebagian wilayah California dan Arizona, termasuk kota Phoenix dan Tucson, mulai Selasa (7/7) hingga Kamis (9/7). Pada wilayah tersebut, suhu di siang hari diperkirakan meroket hingga menyentuh angka 45,5 derajat Celsius.
